CINTA YANG SIA-SIA

CINTA YANG SIA-SIA

Jujur, sebenarnya aku tak pernah menginginkan kejadian ini. Seperti yang kita rasakan saat ini. Entah mengapa bisa-bisanya kau dustai aku. Kau selingkuh dibelakangku. Alangkah sadis caramu. Aku tak pernah menyangka kau tega berbuat seperti itu padaku. Kejahatanmu benar-benar diluar dugaanku.

Jangan kau pikir aku tak tau apa yang kau lakukan. Aku memang tak melihat semuanya secara langsung. Tapi ingatlah, aku punya mata firasat yang tak pernah salah. Mata firasatku selalu mengawasimu dan mengikuti tiap langkahmu. Kau tak pernah tau itu.

Kurang apa aku terhadapmu. Perhatianku padamu melebihi perhatian kedua orangtuamu. Dalam satu hari berapa kali aku mengingatkanmu. Aku tak pernah bosan untuk selalu menanyakan kabarmu. Dan aku tak pernah  membatasi maupun melarangmu. Dengan siapa dan hendak kemana, kau bebas semaumu. Aku tak melarangmu. Karena aku bukan pria yang over protected. 

Aku sadar, kau terlahir kedunia ini dengan membawa hakmu yang menjadi bagianmu. Kau tercipta ke alam ini bersama nafasmu. Aku tak akan pernah batasi hak dan kehidupanmu. Tapi jangan salah arti  bahwa aku tak peduli padamu. Kau salah. Karena Tuhan anugerahkan semua itu kepada tiap manusia termasuk padamu. Tentunya aku hargai itu. 

Hanya satu yang kuminta darimu. Aku hanya ingin kau batasi kebebasanmu, sedikit saja. inilah caraku peduli padamu yang sekaligus ungkapan rasa perhatianku padamu. Kebebasan bukan berarti kau mengesampingkan atau tak memberlakukan aturan-aturan yang baik. Dan kebebasan bukan pula kau hidup dengan kebrutalan tanpa ada batasan. Sekali lagi aku tekankan padamu, kau boleh lakukan apa saja yang kau kehendaki yang bisa membuatnu senang dan tertawa, asalkan ada batasan. Sehingga kau tak merugikan dirimu sendiri apalagi orang lain. Silakan aku tak melarangmu.

Ingat! Pernahkah aku melarangmu ketika kau hendak jalan dan makan bersama mantan pacarmu? Tidak. Aku tak melarangmu. Asalkan kau senang akan kuturuti kemauanmu. Tentu saja aku mengizinkanmu. Bagiku, bagaimanapun antara kau dan mantan pacarmu harus ada komunikasi. Apakah aku cemburu? Tentu saja tidak. Karena aku percaya padamu. Perpisahan bukan berarti meninggalkan permusuhan apalagi dendam . Aku pernah katakan padamu bahwa antara kau dan mantanmu setidaknya dapat menyisakan persahabatan. Perpisahan  tidak selalu menciptakan 'kepahitan'.

Apakah kau masih ingat, saat itu ulang tahunmu yang ke... aku lupa. Kau mengaku bahwa kau sudah dewasa. Tentu aku mengakuinya. Karena memang begitulah kenyataannya. Ya, aku tak menyangkalmya. Oleh karena itu aku selalu mengtakan "cobalah untuk bersikap dewasa". Bukankah kau sudah dewasa?  Kau sendiri yang mengatakannya.

Ok. Aku tak akan menuntut banyak darimu. Aku tak akan pernah meminta balasan atas kebaikanku padamu. Selama ini aku telah berusaha memberikan segala yang terbaik bagimu. Namun tak sedikit pun aku mengharapkan balasan darimu. Karena aku tulus dan ikhlas melakukannya. Karena aku sayang kamu. Ya, aku cinta kamu. Jujur, aku tak ingin melihatmu sedih apalagi sampai melihatmu menangis.Rasanya dunia ini terlalu jahat jika kau harus sampai menangis. Aku tak ingin melihat ada air mata kesedihan di wajahmu.

Tahukah kau, apa yang ada difikiranku? Setiap saat hanya ada kau.  Aku selalu mencari cara bagaimana bahagiakanmu, menghiburmu , dan buatmu tertawa. Seakan-akan membuatmu selalu tertawa adalah kewajibanku. Mengapa? Karena aku sayang  kamu.

Aku rindu ingin selalu melihat wajahmu senyum merekah setiap saat. Dan untuk itu  segala kebaikan dan perhatian kuberikan padamu. Kulakukan semampuku. Tak sedikitpu aku merasa bosan denganmu. Bahkan mulutku tak pernah mengatakan "lelah bersamamu".

Tapi mengapa?

Mengapa kau sakiti aku?

Mengapa kau dustai aku?

Mengapa kekecewaan yang kau berikan padaku?

Mengapa kau khianati aku?

Mengapa? Mengapa???

Tolong katakan apa salahku?

Dimana letak kekuranganku ?

Masih kurangkah perhatianku padamu?

Tolong katakan apa salahku dan kekuranganku?

Namun kalau kau menuntut 'kesempurnaan' dariku, kuakui aku tak bisa. Aku manusia biasa sama sepertimu. Aku bukan pria sempurna. Bahkan aku masih jauh dari kesempurnaan.Meskipun kau hujani aku dengan kepedihan. Dan kau sirami hatiku dengan kekecewaan, janjiku aku tak akan mengeluh, tak akan menyesal. Tak akan . Karena aku sadar bahwa cinta  tidak harus memiliki. 


Komentar