Pelangi Tak Berwarna
Pelangi Tak Berwarna
Dulu kau selalu menyejukkan hatiku. Kehadiranmu selalu kunantikan. Apabila aku tak melihatmu satu hari saja, entah sebesar apa rasa rindu ini. Tak bisa kubayangkan. Tidurku pun tentulah tak nyenyak lagi. Sepanjang hari-hariku, yang terbayang hanyalah kamu. Selalu dan selalu kamu. Entah seperti apa duniaku tanpa kehadiranmu. Bagiku kau lebih dari sebuah cahaya bulan . Mengapa?? karena cahaya bulan memiliki batas waktu tuk bersinar, sementara cahayamu tak akan terbatas.
Tapi kini semua telah berubah. Kamu berubah total. Yang sekarang bukanlah kamu lagi.. Kamu berubah 160 derajat. Sifatmu tak seperti dulu lagi. Kamu kadang hangat, kadang juga dingin. Perhatianmu tak menentu lagi padaku. Seakan kau sudah tak peduli lagi padaku. Aku sendiri tak tau apa sebabnya. Ada apa denganmu???
Aku bisa rasakan perubahan dalam dirimu. Semua bisa kulihat denga jelas. Aku curiga padamu. Kecurigaanku tentulah beralasan. Tak perlu lagi kau berdusta. Tak perlu kau tutupi kebohonganmu. Sorry... kalau aku mencurigaimu. Aku hanya ingin katakan padamu bahwa aku bukanlah pria bodoh. Sorry!!!
Cara matamu memandangku tak seramah dulu lagi. Expresi wajahmu tek semurah dulu. Mengapa??? Dimana senyuman hangatmu yang dulu??? Begitu mudahnya kau berubah. Kau yang sekarang sungguh diluar jangkauan pikiranmu. Aku tak bisa memahamimu.
Beribu tanda tanya melekat dibenakku. Setiap kali aku bertanya padamu kau selalu diam seribu bahasa, bahkan kau membuang muka dariku. Kau tak mau lagi memandangku.
Seringkali kau berusaha menghindar dariku. Kau juga marah-marah padaku tanpa alasan yang jelas. Padahal perasaan aku tak pernah melakukan kesalahan padamu. Kau tau??? Semakin kau marah padaku , semakin aku menaruh curiga padamu. Entahlah apa lagi yang harus kulakukan padamu. Bagiku kau tak pernah ada kejelasan.
Bagiku kau adalah sebuah pelangi . Pelangi nan indah . Warna-warnamu memberikan kesejukan bagi hatiku. Bila aku memandang warnamu rasanya aku tak ingin melepasmu. Aku ingin kau selalu ada meskipun tanpa hujan. Karena aku mengharapkanmu.
Pelangiku yang indah, kini tak seindah dulu lagi.Keindahanmu lenyap entah dimana. Yang ada hanya warna yang mulai pudar. Sayang sekali. Kucoba untuk mengembalikan warnamu, namun aku tak bisa. Aku juga berusaha tuk merangkulmu, namun kau menolak. Baiklah inilah keinginanmu.Kau yang memilih tuk melepaskan warnamu, hingga kau seperti pelangi tak berwarna.
Komentar
Posting Komentar