Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Selingkuh atau Jujur

Selingkuh  Atau  Jujur Haah...banyak orang mengatakan tidaak setuju dengan perselingkuhan atau selingkuh. Atau mungkin ada beberapa orang yang setuju untuk selingkuh. Atau masih adakah orang yang berfikir seribu kali untuk selingkuh??? Takut barangkali dengan pasangannya. Sebenarnya apapun pendapat orang -orang tentang selingkuh aku atau bahkan kita tak dapat menyalahkannya.           Sebenarnya selingkuh itu sudah tidak asung lagi ditelinga kita. Diibaratkan, sepiring nasi yang telah kita santap sehari-hari beserta lauk pauknya. Dan selingkuh itu kini sudah menjadi gaya hidup manusia masa kini. Benar tidak??? Aku yakin setiap hari pasti ada kejadian yang sangat memprihatinkan karena selingkuh. Misalnya, sepasang kekasih yang berantem atau bahkan bisa putus karena pasangannya ketahuan selingkuh. Heehehe...seru ya???Aku paling suka melihat kejadian yang seperti ini,nich. Dapat tontonan gratizzz. Jujur aku udah pernah lihat kejadian yang sepert...

Jembatan Tua

Jembatan   Tua         Hai... apa kabar??? Aku harap kamu baik-baik aja. Seperti aku disini juga baik-baik aja,kok.        Oiya...kamu tau gak, aku sekarang lagi ada dimana. Aku ada ditempat favourite kita duli. Yupsss...benar banget, aku ada di jembatan tua. Jembatan yang sering kita kunjungi dulu, kala kita masih pacaran.        Ehhh, sekarang kita masih pacaran gak,ya? aku jadi bingung. Setelah gak ada kamu, aku jadi jarang datang ke jembatan tua ini. Udah lama banget  aku gak berkunjung ketempat ini. Kamu tau gak, sekarang jembatan tua ini kelihatan kotor, gak terurus. Sepertinya gak ada orang lain yang datang ketempat ini, selain kita berdua. Kangen juga sih dengan tempat ini. Kamu gak kangen dengan jembatan tua ini?? Aku tau kamu pasti kangen, iyakan??Hhehehe..        Makanya itu aku datang ke tempat ini, abiss aku kangen banget dengan kenangan-kenangan kita dulu. Hmmm...sedih...

Lilin Penerangku

Lilin  Penerangku   Kala aku menjaga sebatang lilin yang menyala, pastilah akan kulakukan dengan semampuku. Akan kututupi  sumbu lilin itu dengan cara apapun, termasuk melingkarkan telapak  telapak tanganku agar lilin itu tetap menyala. Bila perlu akan kubawa  lilin itu kepangkuanku, walau kutau aku akan terbakar olehnya.            Aku ingin lilin itu tetap menyala, sehingga cahayanya dapat menyinari kegelapam. Cahaya akan tampak terang dam indah. Sehingga setiap mata akan selalu mmandangnya dengan takjub. Dengan cahayanya maka setiap mata akan dapat melihat disekitarnya.               Kaulah lilin itu. Lilin putih nan mungil. Meskipun engkau kecil namun cahayamu tak semungil tubuhmu. Engkau mampu menyinari setiap insan dan juga jiwaku. Ya, aku kagum akan kehebatanmu. Aku bangga akan kemampuanmu.              Sebenarnya bukan mulutku yang memujimu dan ...