Jembatan Tua
Jembatan Tua
Hai... apa kabar??? Aku harap kamu baik-baik aja. Seperti aku disini juga baik-baik aja,kok.
Oiya...kamu tau gak, aku sekarang lagi ada dimana. Aku ada ditempat favourite kita duli. Yupsss...benar banget, aku ada di jembatan tua. Jembatan yang sering kita kunjungi dulu, kala kita masih pacaran.
Ehhh, sekarang kita masih pacaran gak,ya? aku jadi bingung. Setelah gak ada kamu, aku jadi jarang datang ke jembatan tua ini. Udah lama banget aku gak berkunjung ketempat ini. Kamu tau gak, sekarang jembatan tua ini kelihatan kotor, gak terurus. Sepertinya gak ada orang lain yang datang ketempat ini, selain kita berdua. Kangen juga sih dengan tempat ini. Kamu gak kangen dengan jembatan tua ini?? Aku tau kamu pasti kangen, iyakan??Hhehehe..
Makanya itu aku datang ke tempat ini, abiss aku kangen banget dengan kenangan-kenangan kita dulu. Hmmm...sedih. Kalau diingat-ingat dengan masa lalu kita, sedih juga yang kurasa. Tapi bagaimana lagi, tempat ini adalah sejarah kita berdua, yang gak akan bisa terhapus. Sejarah sampai kapanpun tetaplah sejarah.
Hahh...aku lagi duduk di atas batu besar. Dulu kita sering duduk berdua di batu ini. Tapi kini hanya aku sendiri yang duduk di atas batu ini. Tanpa kehadiranmu rasanya jembatan tua ini sepi. Sepi banget. Gak ada suaramu dan kejahilanmu. Tawamu yang aku rindukan dan senyumanmu yang aku nantikan. Entah kapan lagi aku bisa bersamamu. Seperti dulu lagi.
Jenbatan tua ini sepi, gak ada suara.Seandainya jembatan tua ini bisa bicara, ia pasti akan bertanya, kemana dikau pergi?? Seandainya pun aku bisa mendengar suaranya, apa yang harus kujawab. Jawaban apa yang harus kuberikan?? Tolong ajari aku. Karena memang aku tak tau kamu ada dimana. Beritahu padaku, kamu ada dimana??
Mengapa harus seperti ini?? Sekarang aku seorang diri disini. Di jembatan tua ini aku hanya berteman dengan kesunyian. Dimana kesunyian ini sangat menguras hati dan perasaanku, bahkan air mataku.
Mengapa dulu kau mengajakku kejembatan tua ini, jika pada akhirnya kau akan meninggalkan aku.
Mengapa dulu kau menuliskan bahasa cinta di hatiku, namun pada akhirnya kau yang menghapusnya kembali.
Mengapa dulu kau mengisi hari-hariku, tapi kini kau menghilang begitu saja. Dan aku tak tau kau ada dimana sekarang. Kepada siapa aku harus bertanya. Jawablah, tolong jawab aku.
Perih yang kurasa, aku hanya bisa mengenang semuanya di jembatan tua ini. Kenangan pahit inikah yang kau tinggalkan untukku??? Sampai kapan aku harus menunggumu?? Dimana aku harus mencarimu???
Komentar
Posting Komentar